Senin, 16 Juli 2012

KHUTBAH RASUL MENJELANG RAMADHAN



Wahai manusia ! Sungguh telah datang pada kalian bulan ALLAH dengan membawa berkah, rahmat, dan magfirah. bulan yang paling mulia di sisi ALLAH.
Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama.
Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling
utama.
Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama. Inilah ketika kamu di undang menjadi tamu ALLAH dan dimuliakan oleh-Nya.
Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih.
Tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu di
ijabah.
Memohonlah kepada ALLAH Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar ALLAH membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca kitab-Nya (alquran dan Hadist).
            Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan ALLAH di
            bulan yang agung ini.
Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat.
Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin.
Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda,
Sambungkanlah tali persaudaraanmu
Jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak
halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa
yang tidak halal kamu mendengarnya.
            Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-
            anak yatimmu. (maksudnya adalah jika suatu saat kita
            menjadi anak yatim insya allah akan dikasihani oleh
            manusia yang lain)
Bertaubatlah kepada ALLAH dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu sholatmu. karena itu saat-saat yang paling utama ketika ALLAH memandang hamba-hambaNya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.(musahadah)
            Wahai manusia! sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena
            amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istigfar.
            Punggung-punggungmu berat karena dosamu. Maka  
            ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu. (tahajud)
Ketahuilah! ALLAH bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang solat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri dihadapan Rabbul-alamin.(orang yang mendirikan solat bukan solat sambil berdiri)
            Wahai manusia! Barangsiapa diantaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang shiyam di bulan ini, maka disisi ALLAH nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu. Sahabat-sahabat Rasulullah bertanya : “ya Rasulullah tidaklah kami semua mampu berbuat demikian? “ Rasulullah menjawab “ jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.(amal sholeh)
            Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati shirathol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, ALLAH akan meringankan pemeriksaannya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, ALLAH akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, ALLAH akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.(sikap dan sifat terpuji)
            Barangsiapa menyambungkan tali persaudaraan
            (silaturahmi) di bulan ini, ALLAH akan menghubungkan
            dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
            Barangsiapa memutuskan tali silaturahmi di bulan ini,  
            ALLAH akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia
            berjumpa dengan-Nya.
            Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, ALLAH
            akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka.
            Barang siapa melakukan shalat fardlu baginya ganjaran  
            seperti melakukan 70 shalat fardlu di bulan lain.
            Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku dibulan
            ini, ALLAH akan memberatkan timbangan-Nya pada hari
            ketika timbangannya ringan.
            Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-qur’an,
            ganjarannya mengkhatamkan Al-qur’an pada bulan-bulan
            yang lain.
            Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada ALLAH agar tidak pernah menutupkannya bagimu.
Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak pernah dibukakan bagimu.
Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin berkata; “Aku berdiri dan berkata : “ya Rasulullah ! apa amal yang paling utama di bulan ini ?” Rasul menjawab ; “ya Abal Hasan ! amal yang paling utama dibulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan ALLAH.”
            Wahai manusia, sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang didalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, bulan yang ALLAH telah menjadikan shiyam sesuatu yang fardlu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawu’. (shalat tathawu adalah semua shalat yang disyariatkan dalam agama islam, selain shalat wajib 3 waktu, baik yang hukumnya wajib atau sunnah)
            Barangsiapa mendekatkan diri kepada ALLAH dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardlu di dalam bulan yang lain.
            Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan (syahrul muwasah) dan bulan ALLAH memberikan rezeki mukminin di dalamnya.
            Barangsiapa memberikan makan berbuka seseorang yang sedang shiyam, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka.
 Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang shiyam tersebut tanpa sedikitpun berkurang. Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah kami semua memiliki makanan berbuka shiyam untuk orang lain yang sedang shiyam.” Maka Rasul SAW bersabda, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberikan sebutir kurma, atau seteguk air, atau segelas susu.
            Dialah bulan yang permulaannya Rahmat, pertengahannya Ampunan dan akhirnya Pembebasan dari Neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan membebaskannya dari neraka.
            Oleh karena itu perbanyaklah empat perkara di bulan Ramadhan; Dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Allah, dan dua perkara lagi yang sangat didambakan.
Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain ALLAH dan mohon ampunan kepada-Nya.
Dua perkara yang kedua yang kamu sangat memerlukannya ialah memohon surga dan perlindungan-Nya dari neraka.
            Barangsiapa memberi minum kepada orang berbuka shiyam, niscaya Allah akan memberi minum kepadanya dari air kolam-Nya (telaga Al-Kautsar) dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk kedalam surga.
(HR. Ibnu Huzaimah).
                                                                                                           
Tambahan :
Marilah kita niatkan shiyam kita di bulan suci Ramadhan ini hanya untuk taqarub (mendekatkan diri) pada Allah semata agar menghasilkan buah yang baik yang dijanjikan Allah SWT.
Amin Ya Rabbal Alamin.

Hal-hal yang menghilangkan pahala shiyam ;
1.      Gibah (Membicarakan keburukan orang lain) 49:12
2.      Namimah (Mengadu domba)
3.      Kidjib (Bohong)
4.      Sumpah palsu.
5.      Memandang lawan jenis dengan syahwat.
6.      Ghodob (Marah)


















Minggu, 04 Maret 2012

Kapasitas diri

KAPASITAS DIRI

1. 2:233
Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

2. 2:249
Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: "Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya; bukanlah ia pengikutku. Dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka dia adalah pengikutku." Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: "Tak ada kesanggupannya kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya." Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar."

3. 2:286
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."

4. 5:6
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit[403] atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh[404] perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.

5. 6:152
Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun ia adalah kerabat(mu)[519], dan penuhilah janji Allah[520]. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat.

6. 7:42
dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.

7. 7:157
(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka[574]. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.  
8. 9:79
(Orang-orang munafik itu) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih.

9. 11:88
Syu'aib berkata: "Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan dianugerahi-Nya aku dari pada-Nya rezki yang baik (patutkah aku menyalahi perintah-Nya)? Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang. Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.

10. 11:93
Dan (dia berkata): "Hai kaumku, berbuatlah menurut kemampuanmu, sesungguhnya akupun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakannya dan siapa yang berdusta. Dan tunggulah azab (Tuhan), sesungguhnya akupun menunggu bersama kamu."

11. 11:121
Dan katakanlah kepada orang-orang yang tidak beriman: "Berbuatlah menurut kemampuanmu; sesungguhnya Kami-pun berbuat (pula)."

12. 18:73
Musa berkata: "Janganlah kamu menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku."

13. 20:101
mereka kekal di dalam keadaan itu. Dan amat buruklah dosa itu sebagai beban bagi mereka di hari kiamat,  

14. 23:62
Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran[1010], dan mereka tidak dianiaya.  

15. 29:13
Dan sesungguhnya mereka akan memikul beban (dosa) mereka, dan beban-beban (dosa yang lain) di samping beban-beban  mereka sendiri, dan sesungguhnya mereka akan ditanya pada hari kiamat tentang apa yang selalu mereka ada-adakan.

16. 64:16
Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu[1480]. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.

17. 65:6
Tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. Dan jika mereka (isteri-isteri yang sudah ditalaq) itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin, kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak)mu untukmu maka berikanlah kepada mereka upahnya, dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu) dengan baik; dan jika kamu menemui kesulitan maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya.

18. 65:7
Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.

19. 74 :17
Aku akan membebani mendaki pendakian yang memayahkan.

20. 94:2,3
dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu yang memberatkan punggungmu